Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tulisan tentang Hubungan Manusia dengan
Kegelisahan.
Adapun
tulisan ini telah saya usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan
berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan tulisan ini. Untuk itu
saya tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu saya dalam pembuatan tulisan ini.
Namun
tidak lepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik
dari segi penyusunan bahasa maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang
dada dan tangan terbuka saya membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin
memberi saran dan kritik kepada saya sehingga saya dapat memperbaiki tulisan
ini.
Penyusun
mengharapkan semoga dari tulisan ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya
sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.
Depok, 29
Desember 2018
Penyusun
HUBUNGAN MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.
Pengertian
Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Dalam kamus umum bahasa
Indonesia, WJS Poerwadarminto, gelisah artinya tidak tentram hatinya, selalu
merasa khawatir; tidak dapat tenang dalam hidupnya; cemas. Jadi, kegelisahan
adalah gejala universal, ada pada manusia dimana saja.
Kegelisahan timbul karena perbuatan manusia sendiri atau
karena keadaan dari luar lingkungan manusia sendiri, yang memberi pengaruh
psikologis, yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami
kegelisahan. Tragedi dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan.
Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan
egoisme, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil dan seterusnya
kegelisahan dalam konteks budaya dapatkah dikatakan sebagai akibat adanya instik
manusia untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya mencari kesempurnaan.
B.
Hubungan Manusia
dengan Kegelisahan
·
Cinta Diri
Kecintaan seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang
wajar, namun sebagian orang telah berlebihan dalam mempertahankan cinta
tersebut, sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan dan rasa sakit.
Dalam pembahasan ini, yang dimaksud cinta diri adalah kecintaan melampaui
batas, perhatian berlebihan terhadap diri sendiri, dan sangat sensitif terhadap
segala hal yang berkaitan dengan itu, sehingga ia tidak mendapati musibah yang
lebih parah dari penyakit tersebut.
·
Lalai dalam Mengingat Allah
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa
was-was dalam keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang
dalam mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan
perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang
telah mengguncangkan jiwanya.
·
Gejolak Hati
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan
hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak
mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem
dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam kubangan
was-was.
·
Rasa Takut dan Malu
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor
penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri dan
inilah yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan
perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang
sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang
pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan
dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang
lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat
menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam
was-was.
·
Tidak Merasa Aman
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan
faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan
menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang,
perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak
adanya kemampuan dalam mengendalikan diri.
·
Jiwa yang Lemah
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia
sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya
dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia
menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang
lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan
lemah.
Cara mengatasi Kegelisahan
Mengatasi
kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih
dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat
berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang
paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada
tuhan.
C.
Contoh Hubungan
Manusia dengan Kegelisahan
·
Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu
dalah dari kata dasar terasing. kata asing berarti sendiri, tidak dikenal
orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan
dari yang lain atau terpencil. jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang
berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang
lain. penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang
tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau
kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit
menyesuaikan diridalam masyarakat.
·
Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau
lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak
berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup
manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus
penyebabnya.
·
Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya
tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah
dan kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua akibat pikirannya yang tidak dapat
konsentrasi. Ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab,
yang paling utama adalah kekacauan pikiran. Ketidakpastian atau ketidaktentuan
adalah bagian hidup manusia. Setiap orang hidup pasti pernah mengalaminya.
Bahkan anak kecil sekalipun pernah mengalaminya, misalnya, ketika anak kecil
ditinggalkan ibunya, ia menangis kebingungan. Kebingungan itu menunjukan adanya
ketidakpastian.
·
Obsesi
Obsesi merupakan gejala neuroso jiwa, yaitu adanya
pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal
yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita.
Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia. Contoh
: Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat terpikir olehnya ada
kawan yang ingin menjatuhkannya. Pikiran itu tidak hilang, tetapi justru
menjadi-jadi. Apalagi setelah ia merugi
·
Phobia
Phobia Ialah rasa takut yang tak terkendali, tidak
normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
·
Kompulasi
Kompulasi Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang
telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan
yang serupa berkali-kali Contoh :
keinginan untuk mengambil barang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan andaikata ingin membeli, mampu juga dia. (kleptomania) keinginan minum-minuman keras, orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa keinginan minumnya tak dapat dibendung.
keinginan untuk mengambil barang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan andaikata ingin membeli, mampu juga dia. (kleptomania) keinginan minum-minuman keras, orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa keinginan minumnya tak dapat dibendung.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kegelisahan sebenarnya bisa diatasi tetapi
terkadang manusia sulit untuk mengatasinya, kegelisahan selalu menyelimuti
manusia. Kegelisahan dapat dilawan dengan ketenangan atau berserah diri kepada
Tuhan. Kegelisahan dapat terjadi saat diri kita berada dalam situasi
ketidakpastian, kesepian, ataupun keterasingan.
B.
Saran
Semoga
tulisan yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, dan dapat
memberikan pengetahuan sedikit tentang hubungan manusia dengan kegelisahan.
Saya mengetahui bahwa dalam penyusunan tulisan ini masih banyak terdapat
kekurangan baik dari segi penulisannya, bahasa dan lain sebagainya. Untuk itu
saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat saya harapkan agar dapat
terciptanya tulisan yang baik yang dapat memberi pengetahuan yang benar kepada
pembaca. Pesan dari saya mulailah membaca dari hal yang kecil untuk dapat
mengetahui lebih banyak hal yang belum anda ketahui. Dan jadikanlah membaca
sebagai kebiasaan anda, karna melalui membaca akan membuka lebih banyak gerbang
ilmu untuk diri anda.
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar