Langsung ke konten utama

Psikologi & Teknologi Internet

“Analisis Internet Addicition”






Dosen Pembimbing

Jessica Johana



Disusun Oleh

Apipah                          10518983

Latifa Sekar Palupi      13518751

Nadhira Salsabila         15518116

Nadya Halfitasari         15518158

Ravilah Jihan Madani  15518934

Wahyu Indah Jatifah     17518288





Universitas Gunadarma

Fakultas Psikologi

Jl. Margonda Raya No.100, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424



Garis Besar Jurnal “Dampak Kecanduan Internet (internet addiction) pada Remaja

            Subjek merasa tertarik dengan internet karena banyaknya keuntungan dan kemudahan yang didapat seperti bisa tetap mendapatkan informasi dengan hanya duduk mengakses internet, mempermudah berkomunikasi dengan teman atau keluarga yang jaraknya jauh, menambah wawasan dan pengetahuan umum. Keinginan untuk mengakses internet selalu datang dengan secara tiba-tiba tanpa di rencanakan sebelumnya.

            Dari keinginan mengakses internet secara terus menerus, internet addiction, subjek merasakan dampak negatif seperti berkurangnya interaksi sosial secara langsung dengan teman-teman karena ketika berkumpul bersama subjek merasa teman-temannya lebih banyak bermain handphone dibandingkan mengobrolnya, seringnya menunda-nunda pekerjaan, memunda mengerjakan tugas, mengalami insomnia atau susah tidur, terganggunya kesehatan mata subjek,menurunnya prestasi belajar subjek karena ketika sedang asik bermain internet subjek merasa malas untuk belajar.

            Ketika offline subjek merasakan perasaan takut, gelisah, cemas, bingung, bosan, was-was, panik, sedih, sebel, dan kesal hati. Aktivitas yang dilakukan ketika offline atau ketika sedang tidak mengakses internet biasanya ketika itu subjek sedang tidur atau menyibukkan diri dengan menonton film yang sudah di downloadnya.

            Ketika online subjek akan mengakses sosial media seperti instagram, line, whatsapp, phat, blackberry mesengger, facebook, twitter, streaming youtube, dan membuka google untuk mengerjakan tugas atau laporan. Perasaannya senang, tenang, bahagia, subjek merasa memiliki hal-hal baru yang pasti didapat dengan cepat, subjek merasa bisa mengetahui tentang dunia luar, merasakan bisa banyak mendapatkan informasi dengan cepat serta merasakan perasaan yang sangat senang dan bahagia apalagi bisa akses internet dengan cepat karena dengan begitu mereka bisa mengakses banyak hal dengan sangat cepat dan subjek untuk mengurangi rasa marah, emosi, dan sedih agar menjadi lebih tenang. Ketika sedang menghadapi suatu permasalahan subjek lebih sering mengakses internet untuk membuka youtube agar bisa melihat video-video lucu, vlog-vlog para youtuber, membuka sosial media seperti whatsapp dan blackberry messengger untuk sekedar curhat dengan teman, dan membuka google untuk menggunakan google maps ketika sedang tidak tahu arah jalan yang benar dan ketika sedang mengerjakan tugas yang sulit. Perasaan yang dirasakan setelah mengakses internet tersebut subjek mengatakan lebih lega, plong,senang, dan merasa moodnya kembali menjadi lebih baik.

            Rata-rata subjek mengakses internet 10 jam per hari, subjek tidak pernah berhenti lebih cepat ketika mengakses internet karena adanya keinginan mereka yang terus menerus ingin menggunakan internet seperti telah membuka sosial media yang satu nanti buka yang lain kemudian sudah dibuka nanti di buka lagi ditutup dan dibuka lagi begitu terus menerus, subjek merasa setengah dari kebutuhannya itu bisa terpenuhi lewat internet dan dengan kehadiran internet membuat subjek merasa tidak kesepian.

Sumber Jurnal :

Siti Nurina Hakim, Allifatullah Alyu Raj. (2017). Dampak Kecanduan Internet (internet addiction) pada Remaja. Jurnal Unissula. 280-283. Di akses dari http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ippi/article/download/2200/1662













Analisis Dampak Kecanduan Internet Pada Remaja

Menurut Davis (dalam Soetjipto, 2005) mendefinisikan kecanduan (addiction) sebagai bentuk ketergantungan secara psikologis antara seseorang dengan suatu stimulus, yang biasanya tidak selalu berupa suatu benda atau zat. Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kecanduan merupakan sebagai suatu kondisi dimana individu merasakan ketergantungan terhadap suatu hal yang disenangi pada berbagai kesempatan yang ada akibat kurang kontrol terhadap perilaku sehingga merasa terhukum apabila tidak memenuhi hasrat dan kebiasaannya.

Seiring berjalannya waktu, istilah kecanduan tidak hanya sebatas ketergantungan terhadap zat-zat adiktif. American Psychological Assosiation (Rosenberg, 2014) menjelaskan bahwa ketergantungan tidak hanya disebabkan oleh ketergantungan zat-zat adiktif, namun suatu perilaku atau kegiatan tertentu juga dapat dapat menyebabkan kecanduan, salah satunya adalah kegiatan dalam menggunakan internet. Terdapat banyak ahli yang mendefinisikan kecanduan internet. Namun pada dasarnya acuan para ahli dalam mendefinisikan kecanduan internet hampir sama yaitu definisi mengenai behavioral addiction. Kecanduan internet, sebagai sebuah psychological disorder yang relatif baru, dapat disimpulkan sebagai keinginan yang kuat atau ketergantungan secara psikologis terhadap internet (Soetjipto, 2005).

Usi dan Hadis (dalam Dyah, 2009) menyampaikan bahwa pecandu internet yang tidak dapat mengontrol diri memiliki kemungkinan untuk mengabaikan kegiatan lainnya. Umumnya remaja yang kecanduan internet lupa waktu, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Kontrol diri adalah kemampuan untuk menekan atau untuk mencegah tingkah laku yang menurut kata hati atau semaunya (Anshari, 1996: 605). Menurut Averil (dalam Adeonalia, 2002: 37) aspek yang terdapat dalam kontrol diri adalah kemampuan mengontrol perilaku, perilaku sangat penting peranannya sehingga apabila perilaku seseorang tidak terkontrol maka dapat terjadi perilaku yang menyimpang, dalam hal ini remaja jadi kecanduan internet.

Berdasarkan Jurnal tersebut, pengguna internet yang mempunyai kontrol diri yang tinggi akan mampu memandu, mengarahkan, dan mengatur perilaku online. Setiap individu yang mempunyai kontrol diri yang tinggi mampu mengatur penggunaan internet sehingga tidak tenggelam dalam internet, mampu menggunakan internet sesuai dengan kebutuhan, tidak memerlukan internet sebagai tempat untuk melarikan diri dari masalah, dan akan menghasilkan dampak yang positif. Sebaliknya, pengguna internet yang mempunyai kontrol diri rendah tidak mampu memandu, mengarahkan, dan mengatur perilaku online. Individu dengan kontrol diri yang rendah tidak dapat mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin dihadapi sehingga tidak mampu memilih tindakan yang tepat, serta tidak mampu mengatur pengunaan internet dan akan menghasilkan dampak yang negatif.

Pada remaja kemampuan mengontrol diri berkembang seiring dengan kematangan emosi. Berdasarkan teori Piaget, remaja telah mencapai tahap pelaksanaan formal dalam kemampuan kognitif. Oleh karenanya remaja mampu mempertimbangkan suatu kemungkinan untuk menyelesaikan suatu masalah dan mempertanggungjawabkannya. 



Dampak Positif Penggunaan Internet

Dampak positif bagi internet ialah banyaknya keuntungan dan kemudahan yang bisa didapatkan seperti informasi terbaru dengan hanya duduk saja, kita bisa mengakses internet dengan sangat mudah, mempermudah komunikasi bersama teman dan juga keluarga yang jaraknya jauh dan kita juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan adanya internet, kita jadi lebih tahu mengenai berbagai wawasan dan pengetahuan dari berbagai bidang dari seluruh dunia. Terutama bagi pelajar, internet mempermudah mereka dalam mencari informasi yang berkaitan dengan pelajaran. Dengan internet, kita juga dapat mencari referensi hiburan melalui beberapa social media contohnya : Youtube, Twitter, Facebook, dsb.

Hal ini dapat membantu menyegarkan fikiran kita. Selain itu, melalui internet kita juga dapat berbagi tulisan dan video yang sifatnya sebagai motivasi, dukungan, agar para pambaca juga dapat termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Intinya, saling memberikan dukungan dan motivasi yang baik. mengekspresikan segala hal juga bisa dan tentu dengan batasan – bataran norma yang berlaku.

Jadi, kaitan antara psikologi dengan teknologi internet adalah keduanya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Apa yang kita lihat di internet, secara cepat akan masuk ke dalam memori kita dan bagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat tersalurkan dengan baik. Itu semua tergantung kita yang mengendalikan ingatannya.

Intinya, teknologi internet mempunyai pengaruh baik dan buruk bagi psikologi diri sendiri. Oleh karena itu, kita diharuskan unuk lebih selektif menggunakan internet yang sesuai dengan kebutuhan kita dan selektif dalam berbagai informasi yang ada.



Dampak Negatif Penggunaan Internet

Bentuk perilaku remaja yang mengalami kecanduan internet seperti ini akan lebih memilih mengabaikan teman untuk terus fokus mengakses internet. Meskipun ada teman yang sedang mengajaknya berbicara tidak melihat siapa yang sedang mengajak berbicara karena terfokus dengan internet dan lebih memilih untuk menunda aktivitas yang berhubungan dengan interaksi sosial secara langsung bersama dengan teman – temannya.

Merasa kesal atau akan menjawab secara singkat ketika diajak berbicara dan akan mengabaikan teman ketika sedang asik bermain internet. Namun, ketika di hadapkan pada situasi yang darurat remaja mampu meninggalkan aktivitas onlinenya untuk sementara waktu dan lebih memilih untuk menyelesaikan atau membantu situasi yang darurat tersebut.



Cara Mengatasi Internet Addiction dan Kaitannya dengan Teori Belajar Asosiatif Pavlov

Kecanduan internet dalam hal ini dapat dibandingkan dengan kecanduan obat atau alcohol, kecanduan internet menyebabkan keinginan untuk menggunakan internet lebih banyak untuk mencapai kepuasannya. Pecandu internet ini akan tergantung pada penggunaan Internet agar merasa normal.

Pecandu internet berjuang untuk mengendalikan perilaku mereka dan sering mengalami keputusasaan yang aman sangat atas kegagalan mereka untuk melarikan diri dari perilaku afiktif. Kehilangan harga diri dan Hasrat yang membara untuk melarikan diri dapat membawa pecandu lebih jauh ke dalam kecanduan mereka sehingga mengirim mereka kedalam putaran penderitaan sosial, kegagalan hubungan, dan rasa sakit emosional. Maka dari itu ada beberapa cara untuk menolong individu yang sudah kecanduan internet, yaitu :

·         Keluar dan mencari waktu untuk diri sendiri tanpa berhubungan dengan internet.

·         Bantu intividu untuk mencari teman dan dukungan sosial

·         Bantu terlibat dalam kehiatan lain yang tidak online

·         Melakukan konseling dan terapi jika dirasa tidak bisa di obati

·         Mengembangkan kereativitas yang dimiliki



Perawatan Kecanduan Internet :

1.            Cognitive Behaviour Therapy

Menyediakan metode mengubah pikiran kompulsif yang menghasilkan perilaku buruk menjadi pemikiran dan reaksi positif. Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengubah persepsi yang anda miliki tentang penggunaan internet anda. Metode terapi ini efektif untuk mengurangi kecemasan, menghilangkan stress atau mengurangi depresi.



2.             Support group

Sementara mungkin tidak ada banyak support grup untuk mereka yang menderita kecanduan internet tidak seperti yang menderita penyalahgunaan obat atau kecanduan judi, sering lebih banyak alternative. Misalnya, jika individu cenderung menghabiskan waktu perjudian online, individu dapat mengambil bagian dalam Gamblers Anonymous atau jika individu cernderung menghabiskan waktu menonton pornografi, Sex Addictis Anonymous dapat menjadi pilihan alternative Social Support.

Teori Belajar Asosiatif  Pavlov menekankan bahwa perilaku dapat dibentuk melalui kondisioning atau kebiasaan. Jika dikaitkan dengan kasus “Internet Addiction” diatas, subjek menggunakan internet secara berlebihan karena internet dianggap sudah menjadi rutinitas atau kebiasaan sehari-hari (bagian dari hidupnya ) yang sulit untuk dihilangkan. Namun beberapa cara untuk mengatasi internet addiction diatas, dapat dilakukan dengan membiasakan diri dan menghasilkan perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Seseorang harus paham mengenai penggunaan internet yang sesungguhnya dan dapat menempatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat (bisa membatasi), sehingga nantinya tidak akan mengalami internet addiction yang dapat mengganggu beberapa aspek kehidupannya.

Kesimpulannya adalah seseorang dapat mengalami perubahan dengan sendirinya baik itu positif atau negatif ketika ia terbiasa (adanya kondisioning atau kebiasaan) untuk melakukan suatu hal yang menjadi pilihannya.







Daftar Pustaka

                       

Ali & Asrori. (2014). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Amalia, Dina. 2018. Dampak Positif dan Negatif dari Penggunaan Internet. https://idwebhost.com/blog/dampak-positif-dan-negatif-dari-penggunaan-internet/(08 Maret 2018).

Dyah, R. (2009). Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Kecanduan Internet Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. (Skripsi  Tidak Dipublikasikan). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Mulyadi, Seto, dkk. 2017. PSIKOLOGI PENDIDIKAN:  Dengan  Pendekatan  Teori-teori Baru dalam Psikologi. Depok: Rajawali Pers.

Onno Center. (2018, 24 Maret). Mengatasi Internet Addiction Disorder. Di akses pada 06 April 2020 dari   https://lms.onnocenter.or.id/wiki/index.php/Mengatasi_Internet_Addiction_Disorder.

Pijarpsikologi.org. (2016, 22 Oktober). Agar Tidak Kecanduan Internet, Ini Tipsnya. Di akses pada 06 April 2020 dari https://pijarpsikologi.org/agar-tidak-kecanduan-internet-ini-tipsnya/.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET Tugas 3 : Dampak Negatif Penggunaan Internet Dosen Pembimbing :     Jessica Johanna      Disusun oleh :       Apipah                10518983 Latifa Sekar Palupi    13518751 Nadhira Salsabila       15518116 Nadya Halfitasari        15518158 Ravilah Jihan Madani 15518934 Wahyu Indah Jatifah    17518288 Kelas : 2PA08 Universitas Gunadarma       ATA 2019/202 0 Dampak Negatif Internet Kecanduan Internet, Remaja Potong Tangan hingga Putus Perbuatan seorang pemuda 19 tahun asal kota Nantong, Tiongkok ini benar-benar membuat geleng kepala. Dia memotong hingga putus tanga...

Hubungan Manusia dengan Keindahan

KATA PENGANTAR              Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tulisan tentang Hubungan Manusia dengan Keindahan. Adapun tulisan ini telah saya usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan tulisan ini. Untuk itu saya tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan tulisan ini. Namun tidak lepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka saya membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada saya sehingga saya dapat memperbaiki tulisan ini. Penyusun mengh...